Sastra

Tuesday, March 21, 2017

Pekerja Sebenarnya

Pagi buta matanya sudah melek
Seonggok tubuh menyusuri setapak
Disambut sejuknya alam perawan

Melupakan masa kemarin
Mengingat sepiring anak istri kelak

Dia tampan, tegas dan tegap
Masih menyusuri setapak

Alam menafkahinya,
Sembari bersyukur
Dengan nyanyian burung pagi

Dia terus semangat
Sampai senja menyapanya
Kembali ke peraduannya lgi
Kembali memikirkan hari esok.

Friday, March 3, 2017

Esok

Teriring doa untuk hidup esok
Berselimut embun di sepanjang nadi
jalan mungkin pudar, harapan masih menunggu

Takdir terurai
Berusaha penenang takdir
Dan takdirpun lenyap.
Selenyap embun desiran angin pagi.