Pagi buta matanya sudah melek
Seonggok tubuh menyusuri setapak
Disambut sejuknya alam perawan
Melupakan masa kemarin
Mengingat sepiring anak istri kelak
Dia tampan, tegas dan tegap
Masih menyusuri setapak
Alam menafkahinya,
Sembari bersyukur
Dengan nyanyian burung pagi
Dia terus semangat
Sampai senja menyapanya
Kembali ke peraduannya lgi
Kembali memikirkan hari esok.
No comments:
Post a Comment